Memuat Keanggunan...
Jurnal Najwa

15 Motif Sasirangan Paling Populer Beserta Arti dan Filosofinya

Juli 06, 2026

Bicara tentang wastra Nusantara, kain Sasirangan asal Kalimantan Selatan itu memang seperti harta karun yang tidak pernah habis untuk digali. Setiap helainya tidak hanya penuh dengan warna dan motif yang cantik, tetapi juga menyimpan cerita, harapan, dan doa dari si pembuat kain itu sendiri.

Orang Banjar sangat kreatif dalam mengambil inspirasi dari alam sekitar. Mereka bisa mendapatkan motif dari sungai, tanaman, hewan, bahkan benda sehari-hari yang mungkin terlihat sederhana. Semua itu mereka ubah menjadi desain yang penuh dengan makna. Jika Anda sedang mencari motif Sasirangan untuk referensi atau ingin tahu cerita di balik kain yang Anda pakai, maka Anda akan menyukai isi artikel ini. Mari kita bahas 15 motif Sasirangan yang paling populer dan filosofinya!

1. Gigi Haruan (Gigi Ikan Gabus)

Ikan gabus atau haruan adalah favorit orang Banjar. Motif gigi haruan berbentuk meruncing, mirip dengan gigi ikan. Filosofinya adalah agar pemakainya memiliki pikiran yang tajam, cerdas, dan jeli. Orang Banjar berharap bahwa orang yang memakai kain ini dapat berpikir kritis dan tidak mudah dibohongi.

2. Naga Balimbur (Naga Berjemur)

Budaya Banjar penuh dengan mitos naga. Motif naga balimbur biasanya terlihat luwes dan dinamis, seperti naga yang sedang mandi atau berjemur. Di balik motif ini terdapat doa agar hidup penuh dengan berkah, sejahtera, dan beruntung.

3. Kambang Kacang (Bunga Kacang Panjang)

Motif ini sering muncul di pinggiran atau bagian pelengkap kain. Kambang kacang adalah simbol ikatan keluarga dan persahabatan. Bentuk sulurnya saling melilit, seolah-olah mengatakan bahwa silaturahmi sangat penting dan tidak boleh terputus.

4. Bayang Raja

Jika Anda suka motif yang tegas, Bayang Raja sangat cocok. Bentuknya berupa garis-garis vertikal tebal. Dahulu, hanya bangsawan atau keluarga kerajaan yang boleh memakai motif ini. Artinya adalah martabat, wibawa, dan derajat.

5. Kangkung Kaumbakan (Kangkung Diterjang Ombak)

Ini adalah motif yang sederhana tapi sangat mendalam. Motif ini menggambarkan tanaman kangkung air yang tidak mudah patah meskipun dihantam ombak sungai. Pesannya adalah hidup harus lentur, mudah beradaptasi, dan tidak mudah dikalahkan oleh masalah.

6. Ombak Sinapur Karang (Ombak Menghantam Karang)

Mirip dengan semangat Kangkung Kaumbakan, motif ini menggambarkan gelombang yang bertabrakan. Intinya adalah bahwa tidak peduli seberapa besar masalahnya, tetaplah tahan seperti karang yang selalu berdiri meskipun dihantam ombak.

7. Bintang Bahambur (Bintang Bertaburan)

Motif ini berupa titik-titik kecil seperti bintang di malam hari. Ini adalah lambang kebesaran Tuhan dan harapan. Orang yang memakai kain bermotif ini diharapkan dapat menjadi inspirasi atau “cahaya” bagi orang di sekeliling.

8. Kulat Karikit (Jamur Kecil)

Kulat karikit adalah jamur kecil yang menempel kuat di batang pohon. Motif ini mengajak kita untuk mandiri, tahan banting, dan tetap hidup sederhana meskipun keadaan sepi.

9. Hirisan Pudak (Irisan Daun Pandan)

Daun pandan wangi sering menjadi bagian dari acara adat di Banjar. Motifnya mirip dengan belah ketupat memanjang. Artinya adalah nama baik. Orang yang memakai Sasirangan ini diharapkan dapat menjadi pribadi yang harum dan selalu membuat suasana menjadi baik di mana pun.

10. Tampuk Manggis (Kelopak Buah Manggis)

Ada yang mengatakan bahwa jumlah kelopak di bawah manggis pasti sama dengan isi buahnya. Makanya motif ini melambangkan kejujuran dan keselarasan antara ucapan dan hati.

11. Daun Jaruju (Daun Tanaman Jaruju)

Tanaman jaruju adalah semak berduri yang biasa digunakan sebagai pagar pelindung. Motif jaruju berbentuk agak tajam, dengan tujuan utama sebagai simbol perlindungan dari hal-hal negatif.

12. Turun Dayang

Bentuknya berupa garis-garis menurun. Motif ini terinspirasi dari dayang-dayang kerajaan, dengan nuansa sopan, penuh tata krama, dan lambang patuh pada nilai luhur adat.

13. Ulat Kararawai (Ulat Pemakan Daun)

Mungkin terkesan aneh, motif ulat ini sebenarnya memiliki makna proses, kesabaran, dan ketekunan. Seperti ulat yang memakan daun dengan pelan-pelan, motif ini membicarakan tentang usaha yang tidak pernah setengah hati sampai hasil akhirnya bagus.

14. Dara Manginang (Gadis Menginang)

Mengunyah sirih dahulu adalah kebiasaan kaum perempuan Banjar. Motifnya didominasi oleh warna merah, seperti warna air sirih. Simbol kecantikan, kesabaran, dan ketelitian perempuan Banjar.

15. Ramak Sahang (Lada Hancur)

Sahang adalah lada, salah satu rempah penting bagi orang Banjar. Motif Ramak Sahang berbentuk titik-titik acak, seperti biji lada yang sudah ditumbuk. Artinya adalah keberanian, semangat yang tidak loyo, dan suasana pergaulan yang hangat.

Penutup: Pilih Motif yang Paling Nyambung dengan Anda!

Jadi, Sasirangan adalah kain dengan seribu cerita. Dari kelima belas motif di atas, Anda bisa melihat cara leluhur Banjar “berbicara” dengan alam dan hidup melalui karya. Sekarang, jika Anda ingin membeli kain Sasirangan, itu tidak hanya tentang cantik atau warnanya saja, tetapi juga tentang ceritanya. Jadi, motif mana yang paling sesuai dengan karakter Anda?

Bagikan: